Selasa, 04 April 2017
kebudayaan indonesia
Tantangan Kebudayaan Indonesia
A.Pendahuluan
Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya, manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif. Manusia tidak sekedar mengandalkan hidup mereka pada kemurahan lingkungan hidupnya seperti ketika Adam dan Hawa hidup di Taman Firdaus. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungan dan mengolah sumberdaya secara aktif sesuai dengan seleranya. Karena itulah manusia mengembangkan kebiasaan yang melembaga dalam struktur sosial dan kebudayaan mereka. Karena kemampuannya beradaptasi secara aktif itu pula, manusia berhasil menempatkan diri sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi dan paling luas persebarannya memenuhi dunia.
Di lain pihak, kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban. Dinamika sosial itu telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia, baik sebagai perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya.
Dinamika sosial dan kebudayaan itu, tidak terkecuali melanda masyarakat Indonesia, walaupun luas spektrum dan kecepatannya berbeda-beda. Demikian pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia pernah berkembang dengan pesatnya di masa lampau, walaupun perkembangannya dewasa ini agak tertinggal apabila dibandingkan dengan perkembangan di negeri maju lainnya. Betapapun, masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam itu tidak pernah mengalami kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam arti luas maupun pergantian generasi.
Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan globalisasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan globalisasi itu berpangkal pada kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalami kelimbungan dalam menata kembali tatanan sosial, politik dan kebudayaan dewasa ini.
Pengertian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
“Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.” (Hlm. 2-18 alinea I)
Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama.
B. Tantangan Kebudayaan Indonesia
a. Macam – Macam Tantangan Kebudayaan Indonesia
Adapun tantangan – tantangan yang sedang dan akan dihadapi oleh bangsa kita adalah :
1. Kebudayaan – kebudayaan barat
Di era globalisasi ini budaya barat yang masuk ke Indonesia begitu pesat. Hal ini dapat dilihat dari gaya hidup masyarakat yang kebarat – baratan. Sehingga budaya ketimur – timuran mulai memudar begitu juga adat istiadat dan juga norma – norma yang berlaku menghilang seiring berjalannya waktu.
Budaya barat masuk ke Indonesia dengan mudah karena kurangnya filtrasi pada budaya asing yang masuk yang kemudian sedikit demi sedikit menggeser kebudayaan asli Indonesia.
2. Kebudayan modern tiruan
Kebudayaan Modern Tiruan terwujud dalam lingkungan yang tampaknya mencerminkan kegemerlapan teknologi tinggi dan kemodernan, tetapi sebenarnya hanya mencakup pemilikan simbol-simbol lahiriah saja, misalnya kebudayaan lapangan terbang internasional, kebudayaan supermarket (mall), dan kebudayaan Kentucky Fried Chicken (KFC).
Di lapangan terbang internasional orang dikelilingi oleh hasil teknologi tinggi, ia bergerak dalam dunia buatan: tangga berjalan, duty free shop dengan tawaran hal-hal yang kelihatan mentereng dan modern, meskipun sebenarnya tidak dibutuhkan.
Kebudayaan Modern Tiruan hidup dari ilusi, bahwa asal orang bersentuhan dengan hasil-hasil teknologi modern, ia menjadi manusia modern. Padahal dunia artifisial itu tidak menyumbangkan sesuatu apapun terhadap identitas kita. Identitas kita malahan semakin kosong karena kita semakin membiarkan diri dikemudikan. Selera kita, kelakuan kita, pilihan pakaian, rasa kagum dan penilaian kita semakin dimanipulasi, semakin kita tidak memiliki diri sendiri. Itulah sebabnya kebudayaan ini tidak nyata, melainkan tiruan, blasteran.
Anak Kebudayaan Modern Tiruan ini adalah Konsumerisme: orang ketagihan membeli, bukan karena ia membutuhkan, atau ingin menikmati apa yang dibeli, melainkan demi membelinya sendiri. Kebudayaan Modern Blateran ini, bahkan membuat kita kehilangan kemampuan untuk menikmati sesuatu dengan sungguh-sungguh. Konsumerisme berarti kita ingin memiliki sesuatu, akan tetapi kita semakin tidak mampu lagi menikmatinya. Orang makan di KFC bukan karena ayam di situ lebih enak rasanya, melainkan karena fast food dianggap gayanya manusia yang trendy, dan trendy adalah modern.
3. Kebudayaan Tehnologi modern
Manusia hidup tidak lepas dari tehnologi. Apalagi di zaman modern seperti saat ini. Tehnologi maju telah menjadikan manusia malas. Di Negara berkembang seperti Indonesia alat – alat tehnologi menjadi candu. Bukan manusianya yang menjalankan tehnologi akan tetapi manusianya yang dijalankan oleh tehnologi yang sering disebut dengan dehumanisme.
Manusia seakan menggantungkan hidupnya pada tehnologi yang akhirnya menjdikan manusia bersifat konsumtif bukan lagi produktif. Inilah yang mejadikan tehnologi modern menjdi salah satu tantangan bagi kebudayaan Indonesia.
4. Pendidikan yang kurang tepat
Pendidikan salah satu masalah yang perlu diperhatiakan di negara kita. Pasalnya pendidikan di negara kita masih jauh dari sempurna. Di mulai dari kurikulum hingga sarana prasarana. Dan di tambah dengan tidak meratanya pendidikan yang diperoleh oleh warga negara.
5. Kondisi alam global
b. dampak positif dan negatif tantangan kebudayaan
Ø dampak positif
1. perubahan tata nilai dan sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang asalnya irasional menjadi rasional
2. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktifitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
3. tingkat kehidupan yang lebih baik
Dibukanya industry yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha menguragi tingkat pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ø dampak negatif
1. pola hidup konsumtif
Perkembangan industry yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat dengan mudah tertarik mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
2. sikap individualistic
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktifitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk social.
3. gaya hidup kebarat-baratan
Tidak semua budaya barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Salah satu contoh budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dll.
4. kesenjangan social
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial . Kesenjangan social menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin sehingga sangat mungkin bias merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa Indonesia.
C. BEBERAPA SOLUSI TERHADAP ANCAMAN BUDAYA
Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri atas pulau-pulau.. Latar belakang ini melahirkan keragaman yang luar biasa. Baik keragaman suku bangsa, bahasa, agama, adat istiadat, maupun kebudayaan. Ada ribuan, atau mungkin jutaan artefak budaya yang tersimpan di bumi pertiwi, mulai dari tarian, ornamen, motif kain, alat musik, cerita rakyat, musik dan lagu, makanan dan minuman, seni pertunjukan, produk arsitektur, dan lain sebagainya.Namun sungguh ironis,mengetahui sebagian dari pemiliknya sendiri lebih senang dengan budaya lain sehingga terkesan melupakan jati diri.Hingga baru disadari setelah mengetahui begitu banyak warisan kita yang telah dicuri.
Dan kini kita hidup di era globalisasi yang sarat dengan persaingan. Artefak-artefak tradisional, yang pada awalnya dianggap tidak bernilai ekonomi tinggi, menjadi sangat berharga. Hal inilah yang melatarbelakangi pencurian, pematenan dan klaim Negara atau oknum Warga Negara Lain terhadap artefak budaya Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia adalah warisan berharga yang harus dijaga.Akankah kita membiarkan hal yang tidak diinginkan terjadi?.
Upaya untuk melindungi dan melestarikan budaya Indonesia membutuhkan sebuah terobosan baru. Walaupun tidak mudah untuk melakukan upaya pelestarian budaya, kita harus tetap gencar melakukan berbagai cara. Di bawah ini adalah beberapa bentuk upaya yang dapat kita lakukan untuk melindungi dan melestarikan budaya Indonesia. Diantaranya:
1. Menjadikan sebuah budaya yang telah kita miliki menjadi suatu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.
Kita harus mempunyai rasa memiliki dan menjaga kebudayaan tersebut. Sebagai masyarakat Indonesia kita harus senantiasa mengagumi budaya bangsa sendiri. Tetapi tidak hanya kagum saja, kita juga harus bisa melestarikan budaya-budaya tersebut agar tidak pindah tangan atau diklaim oleh negara lain. Misalnya : sebagai orang Jawa kita hendaknya melestarikan budaya tari daerah dan gamelan Jawa. Hal ini dapat dilakukan dengan diadakan pelatihan tari daerah dan menabuh gamelan Jawa.
2. Untuk melindungi budaya Indonesia, harus ada perlindungan budaya yang lebih jelas maka diperlukan sebuah Undang-undang yang khusus untuk perlindungan karya budaya tradisional. Seperti yang tercantum dalam UU No.19 Tahun 2003 tentang hak cipta telah menjamin perlindungan hak kekayaan intelektual komunal ataupun personal serta peraturan lain yang telah dibuat untuk melindungi kebudayaan asli Indonesia.
3. Melakukan promosi kebudayaan bangsa Indonesia ke negara lain dengan pementasan seni budaya. Dengan begitu masyarakat internasional mengenal dan mengetahui bahwa kebudayaan tersebut berasal dari Indonesia. Upaya tersebut juga dapat dilakukan dengan mengadakan pertukaran budaya antar daerah di Indonesia. Sehingga kebudayaan bangsa Indonesia dapat dilestarikan.
4. Selain itu, untuk melestarikan budaya Indonesia dapat dilakukan dengan tidak menganak tirikan provinsi lain, bagi sama rata hak mereka, jangan pernah membedakan suku-suku yang lain, beri pendidikan yang layak, transportasi, ekonomi dan usut tuntas pelanggaran hak. Dengan adanya usaha tersebut, akan mempererat persatuan dan kesatuan Indonesia, sehingga bangsa kita akan makmur sentosa dan dengan sendirinya kebudayaan dapat kita jaga.
Kesimpulan
Dapat kami ambil kesimpulan bahwa,terjadinya tantangan budaya Indonesia disebabkan karena
Ø Sangat tingginya sifat konsumerisme atau setiap individiu memmiliki idiologi posmoderenisme yang tinggi.
Ø Manusia terlalu menggantunkan dirinya pada teknologi modern yang biasa disebut dehumanisme
Ø Minimnya sarana pendidikan yang didapat oleh masing masing individu.
Namun dibalik tantangan-tantangan kebuayaan diatas,ada dampak positif dan negatifnya.Dampak positifnya adalah: terjadinya perubahan sikap dari irrasional menjadi rasional,berkembangnya Ilmu pengetaahuan dan teknologi dan tingkat kehidupanyang lebih baik.adapun dampak negatifnya adalah: pola kehidupan konsumtif,terjadinya kesenjangan social,munculnya sifat individualism yang tinggi dan pola hidup yang kebarat baratan yang bertentangan dengan pola hidup ketimur timuran.
solusi untuk menanggulangi ancaman budaya adalah
ü Menjadikan budaya yang kita miliki dalam bagian hidup kita sehari hari
ü Memberi hak paten terhadap budaya-budaya yang kita miliki
ü Mengadakan promosi atau open house terhadap budaya-budaya yang kita miliki
ü Tidak menganak tirikan provinsi-provinsi yang ada saat ini atau menyama ratakan hak semua suku yang ada di bumi pertiwi ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar